Nama     :Lia Asyariyah
NIM       :G34100025
Laskar   :17

Telitilah dan Hargai Waktumu
Ini adalah pengalaman saya, semoga bisa di ambil pelajarannya. Ketelitian dan menghargai waktu adalah hal yang sangat penting dalam melakukan suatu pekerjaan.Kebanyakan orang di bumi ini dalam melakukan sesuatu  tidak di pikirkan secara matang.Sehingga mereka selalu memperoleh kegagalan.Oleh karena itu, teliti merupakan obat yang paling mujarab untuk mengatasi permasalahan ini.
Pengalaman itu terjadi ketika saya mengikuti UTS pada saat matrikulasi. Pada saat matrikulasi saya mendapatkan Pengantar Matematika. Kegiatan perkuliahannya pun berlangsung 2 jam dalam sehari. Banyak PR yang di berikan dosen sebagai sarana latihan untuk menghadapi UTS. Saya pun sedikit-sedikit mengerjakannya. Tapi hal yang saya sesalkan sekarang, waktu itu saya sering tidak menghargai waktu. Pekerjaan dan tugas-tugas pun sering saya tunda-tunda meski waktu luang itu ada. Di tambah lagi ini pertama kalinya saya jauh dari keluarga. Sehingga saya belum terbiasa melakukan segala sesuatu sendirian. Rasa malas pun selalu menyerang.
Hingga akhirnya UTS itu pun sudah ada di depan mata. Saya pun menghapalnya terburu-buru,di kejar oleh waktu. Sehingga UTS sudah tiba. Dalam pengerjaannya saya kurang teliti. Banyak rumus-rumus yang tertukar. Rumus-rumus yang telah di hapal pun lupa lagi.UTS sudah selesai baru saya menyadari hal itu. Saya sangat menyesali kejadian itu. Rasa sesal yang sangat begitu dalam saya rasakan. Di tambah melihat teman-teman yang agaknya merasa yakin akan mendapatkan nilai yang lumayan memuaskan.Sedangkan saya tidak begitu yakin..dan tidak tahu akan lulus atau tidak. Setelah sekitar dua minggu, hasil UAS pun keluar. Ternyata sesuai dengan dugaan saya, hasilnya tidak begitu memuaskan. Tapi Alhamdulillah masih bisa lulus, meskipun nilainya tidak begitu besar.
Hal itu pun terulang ketika menghadapi UAS. Meskipun sudah saya usahakan, tapi tetap begitu sulit untuk menghargai waktu. Dan lagi-lagi saya kurang teliti dalam mengerjakannya. Akhirnya, begitu hasilnya keluar, nilainya tidak begitu memuaskan dan sama  dengan nilai UTS. Tapi Alhamdulillah masih bisa lulus juga, dan tidak mengulang pada semester ini.

Hikmah
Telitilah dalam mengerjakan segala pekerjaan dan janganlah terburu-buru dalam bertindak. Hargailah waktu luang yang kita miliki selagi kita masih punya waktu. Bisa jadi kita tidak punya waktu lagi. akhirnya, pekerjaan dan tugas-tugas pun tidak terselesaikan. Dan pastinya kita akan merasa menyesal. Jadi, sebelum rasa sesal itu datang,telitilah dalam mengerjakan tugas dan manfaatkan waktu yang kita miliki.

Nama   : Lia Asyariyah

NIM    : G34100025

Laskar  : 17

Jangan Pernah Menyerah!!!!

Ini adalah kisah nyata. Semoga bisa menginspirasi bagi yang membacanya. Saya mempunyai teman dekat, dia mempunyai pengalaman yang mungkin tidak mudah untuk di lalui dalam menjalaninya. Berawal dari kelas 3 SMA. Kelas 3 SMA merupakan saat-saat penentuan langkah kita setelah lulus. Begitu pun dengan teman saya ini, dia menentukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kesempatan itu pun dating. Ada jalur PMDK dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia yang di tawarkan sekolah kepadanya. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Beserta teman-temannya, ia mempersiapkan semuanya. Mulai dari syarat-syarat, pemilihan jurusan dan yang lainnya ia diskusikan dengan teman-temannya. Pada hari terakhir di batas waktu pengiriman berkas-berkas, sekolah baru mengirimkannya. Ia dan teman-temannya sempat khawatir berkasnya tidak di terima oleh universitas tersebut.

Waktupun berlalu… Pada suatu hari, ia di beri tahu pihak sekolah bahwa pihak universitas tersebut menghubungi sekolah karena ada masalah dengan raportnya. Ia berusaha mencari solusinya dengan menghubungi beberapa guru. Ia pun mengirimkan kembali berkas-berkas ke universitas tersebut.

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya dating. Hasil pengumuman itu telah di kirim ke sekolah. Dan ternyata… ia tidak di terima, hanya tiga temannyalah yang di terima. Ia sangat begitu sedih, karena ia begitu berharap lewat jalur inilah ia bias di terima di universitas tersebut.

Tidak lama kemudian, ia coba lagi ikut BUD dari Depag. Sebelumnya ia merasa pesimis karena ia takut raportnya di permasalahkan lagi. Tapi dengan dukungan keluarga, teman, dan guru-gurunya, akhirnya ia ikut. Ia memilih universitas yang sama dengan universitas yang ia pilih saat PMDK. Ia pun ikuti semua syarat dan prosedurnya. Beserta semua temannya yang ikut jalur ini, ia lulus seleksi awal dan harus mengikuti serangkaian tes. Akhirnya ia mengikuti tes tersebut.

Sambil menunggu hasil pengumuman itu, ia memutuskan untuk ikut SPMB di salah satu universitas negeri ternama lainnya.

Tibalah di suatu hari, ia mendengar dari temannya bahwa hanya satu oranglah yang lolos dari BUD, dan sayangnya bukanlah dirinya. Ia sangat sedih dan kecewa. Selang satu hari pengumuman SPMB pun di buka. Ia pun langsung melihat pengumumannya. Dan yang terjadi….harapannya tidak terwujud, ia gagal lagi. Begitu kecewa dan sedihnya. Dalam waktu yang tidak lama, ia telah gagal dua kali. Sehingga ia pun telah gagal tiga kali berturut-turut. Sungguh tidak terbayang apa yang ia rasakan itu. Ia tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Ia berpikir, sudah banyak uang yang telah ia keluarkan untuk mengikuti beberapa tes tersebut. Tapi hasilnya belum juga ia peroleh. Sementara keadaan keuangan keluarganya pun tidak berlimpah.

Ia bangkit dari kesedihannya itu, dan memutusakn untuk mengikuti SNMPTN. Keinginannya begitu kuat untuk menjadi salah satu mahasiswa di universitas yang ia pilih sewatu mengikuti PMDK dan BUD. Ia pun memutuskan universitas itu jugalah yang ia pilih dalam jalur SNMPTN ini. Selama menunggu hasil pengumuman itu, ia takut akan gagal lagi. Segala macam perasaan ia rasakan, gundah, gelisah, dan takut. Hingga akhirnya pengumuman itu telah di buka. Tapi sayangnya…ia gagal lagi. Ia sangat terpukul sekali dan sangat kecewa. Harapannya kuliah di universitas tersebut hilang sudah. Impiannya menjadi salah satu mahasiswa di unas tersebut pupus sudah. Ia sudah gagal empat kali berturut-turut.

Akhirnya, ia pun daftar tes ke universitas yang ada di daerahnya. Ia ikuti syarat dan prosedurnya. Melihat pengalamannya yang lalu, ia takut gagal lagi. Kalau tes ini gagal, ia tidak tahu harus daftarb ke mana lagi. Hasil penguman yang di nanti-nanti itupun dating. Dan akhirnya, Alhamdulillah ia berhasil di terima di universitas tersebut.

Hikmah

Janganlah mudah menyerah. Setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Allah bukan berarti tidak mengabulkan do’a kita, tapi Allah telah merencanakan hal yang jauh lebih baik lagi untuk kita. Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena Allah lebih tahu segalanya.